ICW : Korupsi di Indonesia Meningkat

Kasus tindak korupsi di negeri ini makin menunjukan peningkatan, bukan malah menurun. Padahal, segala kutukan dan kecaman terhadap para koruptor dilontarkan dari mulut ke mulut oleh masyarakat.

Hasil penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) Semester II periode 1 Juli sampai 31 Desember 2010 menunjukkan peningkatan jumlah kasus korupsi mencapai 272 kasus yang sudah masuk penanganan penegak hukum.

Sebelumnya pada penelitian ICW Semester I sejak Januari sampai Juni 2010, jumlah kasus korupsi mencapai 176 kasus. Sektor dengan jumlah kasus terbesar adalah sektor infrasuktur berjumlah 53 kasus. Sebelumnya sektor keuangan daerah menjadi catatan ICW sebagai sektor kasus tertinggi di semester I mencapai 38 kasus.

“Terjadi peningkatan jumlah kasus korupsi di daerah maupun pusat dari hasil penelitian kami di semester II ini mencapai 272 kasus. Naik dari jumlah pada semester I yaitu 176 kasus,” ujar aktivis ICW, Agus Sunaryanto di kantor ICW, Rabu (23/2/2011).

Potensi kerugian negara yang ditimbulkan akibat kasus korupsi tersebut sebesar Rp 1.546.584.862.400 atau 1,5 triliun. Jumlah kasus meningkat, tapi menurut Agus, potensi kerugian negara justru menurun. Sebelumnya ICW mencatat pada penelitian Semester I, kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun.

“Kerugian negara pada penelitian kami semester dua, justru menurun meskipun jumlah kasus meningkat, dulu mencapai Rp 2,1 triliun, sekarang turun menjadi 1,5 triliun,” ujar Agus.

Selain jumlah kasus korupsi yang meningkat, lanjut Agus, jumlah aktor pelaku tersangka korupsi yang ditetapkan oleh aparat penegak hukum turut meningkat dari 441 tersangka di semester I menjadi 716 tersangka di penelitian ICW semester II. Kebanyakan aktor tersangka merupakan pegawai atau staf pemerintah daerah yang berjumlah 86 orang. Sisanya berasal dari DPR dan DPRD berjumlah 82 orang, pejabat pelaksana teknis kegiatan, 72 orang dan kepala dinas 70 orang.

“Aktor tersangka korupsi paling banyak berlatar belakang sektor pegawai atau staf pemda saat ini. Sebelumnya kami mencatat paling banyak berasal dari latar belakang swasta,” kata Agus. [asr/kps/rima]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s