Presiden Dicurigai Resmikan Megaproyek Fiktif di Bintan

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyebutkan ada satu megaproyek yang berencana diresmikan orang nomor satu Indonesia tersebut pada Sabtu, pekan ini. Sayangnya, investor megaproyek tersebut tak jelas latar belakang dan asal usulnya.

Hendro menyatakan, pada 2007, ia sempat menghadiri acara peletakan batu pertama megaproyek Bintan di Lagoi, Kepulauan Bintan, yang dilaksanakan oleh Menbudpar Jero Wacik. Tapi, ia tak mendengar kelanjutan proyek tersebut selesai atau tidak.

Ia bahkan mendengar proyek itu tak berlanjut karena ternyata proyek hiburan itu akan mendirikan pusat kasino.

“Proyek ini fiktif karena sebelum ini ada proyek di 2007 yang diresmikan oleh Jero Wacik batu pertamanya tapi saya tidak pernah mendengar ada batu terakhir. Kok, sekarang saya dengar akan ada peletakan batu pertama lagi oleh SBY?” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/2).

Nama perusahaan yang akan membangun proyek itu memang berubah. Jika pada 2007 proyek dilaksanakan oleh PT Wisata Hiburia, proyek yang akan datang akan dilaksanakan oleh PT Rekayasa Prima. Namun, nama pemilik kedua perusahaan itu tetap sama, yakni warga negara Malaysia bernama Mark Wee.

Bantahan Istana

Terkait hal tersebut, Kalangan Istana membantah isu yang menyebutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan rumah judi atau pun proyek bodong lainnya di Bintan, Kepulauan Riau, 25-27 Februari mendatang. Itu ditegaskan Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha sperti dirilis Media Indonesia, Rabu (23/2).

“Presiden akan berangkat ke Brunei Darussalam besok pagi. Beliau beserta rombongan dijadwalkan kembali tiba di Jakarta hari Minggu. Namun, jika tidak ada perubahan, Presiden direncanakan singgah terlebih dahulu di Bintan. Ada sejumlah agenda penting di sana,” kata Julian.

“Saya belum bisa memberi tahu apa saja yang akan dilakukan Presiden di Bintan. Kemungkinan, beliau akan sekalian menyampaikan hal itu dalam keterangan persnya besok pagi terkait kunjungan kenegaraan ke Brunei. Namun, saya bisa pastikan tidak benar soal peresmian perjudian di Bintan atau pun yang lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan laporan kantor berita Antara, Kepala Negara akan meresmikan program perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 1.555 dari 3.614 unit di Bintan. Ini merupakan bagian dari program pengentasan warga masyarakat Provinsi Kepulauan Riau dari kemiskinan.(ach/MI/rima)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s