Reshuffle Hanya Manuver Politik Murahan

Isu reshuffle kabinet akhir-akhir ini hanya dimaknai publik sebagai manuver politik pemerintah untuk menutup-nutupi kelemahannya. Publik pun yakin bahwa reshuffle kabinet bukan jaminan bahwa efektivitas pemerintahan koalisi ini akan lebih baik. Apalagi jika alasan utama reshuffle kabinet semata-mata karena kemarahan partai tertentu dan presiden.

Demikian hal itu disamapaikan anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo dalam rilis persnya kepada RIMANEWS.

Untuk meraih kembali kepercayaan dan keyakinan rakyat, lanjut Bambang, Presiden justru harus memperbaiki dan meningkatkan efektivitas kepemimpinannya di kabinet maupun koalisi. Hanya itu opsi yang tersedia bagi presiden, setelah PDIP konsisten menolak bergabung dalam koalisi pemerintahan sekarang ini.

“Sebagian besar publik kita tidak antusias mengikuti isu reshuffle kabinet. Selain karena isu ini sudah bergema selama berbulan-bulan, berbagai elemen masyarakat pun tidak yakin bahwa reshuffle kabinet bisa memperbaiki dan meningkat efektivitas pemerintahan,” ungkapnya.

Publik, menurutnya, sudah yakin bahwa kunci peningkatan kinerja pemerintahan sekarang ini adalah efektivitas kepemimpinan presiden dan bukan semata-mata reshuffle kabinet.

“Karena itu, publik melihat nafsu merombak formasi kabinet sebagai tontonan tentang bagaimana presiden dan partai tertentu melampiaskan kemarahan pasca gugurnya usul hak angket pajak di DPR. Marah karena 1-2 anggota koalisi konsisten bersikap kritis. Seharusnya mereka introspeksi, karena gagal mengelola koalisi sebagaimana mestinya,” katanya.

Kini publik tidak melihat ada makna strategis dari reshuffle kabinet itu, khususnya bagi rakyat dan negara. Idealnya, acuan reshuffle adalah pandangan obyektif tentang kinerja kabinet, bukan semata-mata karena alasan marah terhadap anggota koalisi.

“Satu-satunya upaya yang relevan dan mendesak untuk dilakukan Presiden SBY adalah segera memperbaiki efektivitas kepemimpinannya. Jika kinerja pemerintah mumpuni, keyakinan dan kepercayaan rakyat datang dengan sendirinya, tanpa perlu program pencitraan yang berlebihan,” tandas politisi Partai Golkar ini. (ach/rima)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s