Papua: Peringatan dicabut, Tsunami malah datang, 1 orang tewas,jembatan putus

Jayapura: Jembatan Kali Buaya yang menghubungkan daerah Holtekamp dan Koya, distrik Muara Tami, yang berjarak sekitar 75 kilometer dari pusat kota itu, patah. Jembatan patah diterjang gelombang Tsunami yang terjadi karena gempa di Jepang, Jumat kemarin malam.

Dari pantauan Sabtu (12/3), tampak jembatan yang juga satu-satunya akses yang menghubung warga Holtekamp dengan Koya serta perbatasan RI-Papua Nugini itu, patah di bagian tengah. Kendaraan roda dua dan empat yang ingin melintas terpaksa harus mengambil jalan memutar yang bisa berjarak sekitar 50 kilometer. Sedangkan untuk pejalan kaki bisa melaluinya dengan hati-hati.

Di sekitar lokasi jembatan yang patah, tampak pula ternak milik warga seperti kambing yang mati dan terdampar di bibir pantai akibat tersapu Tsunami. “Ketinggian gelombang semalam sekitar dua meter lebih. Dan mencapai radius 200 meter dari bibir pantai. Beruntung banyak warga sudah mengungsi meski ada satu korban yang tewas,” kata Ferry Mansi, warga setempat.

Menurut dia, gelombang Tsunami terjadi sekitar pukul 23.00 WIT, padahal pihak BMKG sudah mencabut peringatan bahaya Tsunami pada pukul 21.30 WIT. “Kejadian itu terjadi sekitar pukul 23.00 sampai 24.00 WIT, padahal kami sudah mendapat informasi kalau peringatan Tsunami itu sudah dicabut BMKG,” ujarnya kecewa.

Makanya warga akhirnya mendekat ke pantai untuk melihat pergerakan ombak, yang mengakibatkan seorang rekannya, Darmanto Odang tewas terseret Tsunami karena terlambat menyelamatkan diri,” sambung Ferry Mansi.

Selain jembatan, Tsunami ikut menyapu jalan raya. Aspal jalan sejauh sekitar 20 meter terkelupas dan sulit dilalui. Sebelumnya dilaporkan, kerusakan akibat tsunami juga terjadi di kampung Tobati dan Enggros kota Jayapura, dimana rumah warga dan jembatan kampung itu rusak.

Pihak BMKG Papua, Jumat sekitar pukul 16.15 WIT mengeluarkan peringatan bahaya Tsunami yang akan terjadi di wilayah perairan utara Papua. Peringatan bahaya Tsunami itu membuat seluruh warga pesisir pantai di Jayapura mengungsi ke tempat yang aman. Peringatan tersebut akhirnya secara resmi dicabut sekitar pukul 21.30 WIT.(Ant/BEY/mtr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s