Penyakit Leptospirosis Merebak di Kulon Progo

Leptospirosis, penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira sp, merebak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas kesehatan setempat berupaya menetapkan kondisi ini sebagai kejadian luar biasa.

”Kami sedang menunggu surat keputusan bupati sebagai dasar penetapan KLB leptospirosis,” kata Kepala Seksi Pengamatan Penyakit dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Kulon Progo Th Baning Rahayujati di Kulon Progo, Senin (14/3).

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Kulon Progo, pada Januari-pertengahan Maret 2011 ada 66 kasus leptospirosis, enam di antaranya meninggal. Tahun 2010 ada 55 kasus dan delapan di antaranya meninggal.

Tahun ini, kasus terbanyak terjadi di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Nanggulan 12 kasus, Sentolo 12 kasus, Samigaluh 10 kasus, dan Kokap 10 kasus. Sebagian besar warga yang terjangkit adalah petani dan peternak.

Menurut Baning, untuk mengatasi itu, pihaknya menyosialisasikan penanganan dan pencegahan penyakit leptospirosis ke sejumlah desa. Dinkes juga melakukan penyelidikan epidemis di sekitar tempat terjadinya kasus.

Untuk mengetahui penularnya, dinkes melakukan penelitian bersama tiga lembaga, yaitu Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Yogyakarta, Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, serta Balai Penelitian Reservoir dan Vector Salatiga.

”Penelitian masih berlangsung. Hasilnya belum bisa diketahui. Kami menduga bakteri berasal dari urine tikus,” katanya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Nanggulan Sajarwadi mengemukakan, tahun 2010 di Nanggulan ada lima kasus leptospirosis. Dua penderitanya meninggal. Pada Januari-pertengahan Maret 2011 terdapat 12 kasus dan satu orang meninggal.

”Mereka yang meninggal akibat penyakit itu tidak mempunyai riwayat penyakit bawaan. Mereka kebanyakan terserang ginjal dan hati,” katanya.

Kepala Dinkes Provinsi DI Yogyakarta Sarminto mengakui, leptospirosis marak di Yogyakarta terutama di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Sleman. Di Yogyakarta, sepanjang Januari-pertengahan Maret 2011 ada 106 kasus dan 13 penderita meninggal. (HEN)(kps)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s