Manchester United Melaju ke Perempat Final Liga Champions

Manchester United maju ke perempat final kompetisi Liga Champions setelah gol ganda Javier Hernandez memenangkan timnya 2-1 atas Marseille pada laga 16 besar yang berlangsung Selasa malam.

Tim asuhan Sir Alex Ferguson itu maju ke putaran delapan besar setelah striker asal Meksiko itu memperlihatkan kepiawaiannya yang menyebabkan United unggul agregat 2-1, sebagaimana dikutip dari AFP.

Ini merupakan kemenangan ke-100 Ferguson dalam kompetisi Liga Champions dan seperti halnya pada 99 kemenangan sebelumnya, ia amat takjub dengan kemenangan yang diperoleh timnya.

Marseille membuat barisan pertahanan United beberapa kali mengalami ancaman sampai akhirnya Wes Brown melakukan gol bunuh diri setelah terjadi kemelut menegangkan dalam perebutan bola di mulut gawang.

Ferguson mengakui, ia tidak dapat tenang kendati timnya sudah memasukkan dua gol ke gawang lawan.

“Suasanaya amat menegangkan karena tekanan lawan dan beberapa pemain yang baru tampil dari cedera mereka,” kata pelatih berusia 69 tahun dari Skotlandia itu.

“Tapi saya kira para pemain berpengalaman seperti Paul Scholes, Ryan Giggs dan Michael Carrick melakukan tugas mereka dengan bagus malam ini,” katanya.

Tentang siapa yang akan dihadapi di perempat final, ia menjawabnya amat santai. “Anda hanya melawan siapa yang pantas jadi lawan Anda.” “Anda tidak pernah mendapatkan siapa yang Anda ingin lawan.”

Pelatih Marseille Didier Deschamps amat kecewa dengan lepasnya peluang yang sudah mereka ciptakan.

“Kami kehilangan peluang mengalahkan Manchester United yang bermain di bawah kekuatan mereka selama ini,” kata Deschamps, yang membawa Monaco secara mengejutkan ke babak final pada 2004.

“Kami memiliki peluang tetapi tidak berhasil menjelmakannya menjadi gol tapi sebaliknya mereka yang menggetarkan gawang kami. Padahal sebetulnya setelah kemasukan itu kami masih bisa menang,” katanya.

“Seharusnya kami tampil lebih baik. Tapi dalam level pertandingan seperti ini, kita harus bermain dengan tipe seperti yang biasa kita mainkan. Ini merupakan proses pembelajaran,” katanya.

United, ditahan imbang 0-0 pada laga leg pertama, berusaha mengoyak pertahanan Marseille begitu pluit awal pertandingan berbunyi dan butuh waktu hanya lima menit untuk menciptakan gol.

Wayne Rooney merupakan arsitek yang menjatuhkan pamor Marseille, ketika ia bermain dengan cepat dan mengoper bola kepada Ryan Giggs yang berada di sayap kiri, kemudian dengan cepat berlari ke arah kotak penalti sehingga lawan kucar-kacir.

Rooney kembali mendapatkan bola dari Giggs dan ia sempat mengawasi sekeliling sebelum mengoper si kulit bundar kepada Hernandez, yang dengan sigap lolos dari perangkap “offside” dan melayangkan bola ke dalam gawang lawannya.

Namun gol awal itu sepertinya membuat United bermain agak lamban sehingga daya bertahan mereka digempur lawan dan salah satunya ketika Andre-Pierre Gignac berlari cepat menguber bola liar yang berasal dari Andre Ayew.

Gignac tidak terkawal dan berhasil mendapatkan bola, namun tembakannya yang cukup keras hanya menyilang cepat di atas mistar gawang.

Steve Mandanda nyaris menambah gol kedua untuk United ketika penjaga gawang memberi bola kepada Nani yang berada di luar kotak penalti, tetapi pemain sayap itu amat aneh bukannya menandang bola ke tempat jauh, sehingga pemain Marseille berkumpul dan Rooney yang sedang menguasi bola tidak dapat berbuat banyak.

Longgarnya pemain United di lini belakang membuat Marseille berhasil menggempur mereka dan Taye Taiwo yang tidak terkawal mengoper bola kepada Souleymane Diawara, namun tembakannya melebar dari mulut gawang.

Ketika bek kanan John O`Shea mengalami cedera, rasa percaya diri Marseille semakin besar dan mereka mengancam lagi melalui Benoit Cheyrou yang mencoba Edwin van der Sar with dari jarak jauh, tetapi gagal.

Ferguson menurunkan Antonio Valencia pada posisi Nani setelah pertandingan berlangsung satu jam dan pemain sayap dari Ekuador itu memaksa Mandanda melakukan aksi menyelamatkan posisinya.

Cedera lain terjadi, kali ini menimpa pemain pengganti Rafael da Silva, yang memaksa barisan bertahan United harus menambah kegigihan mereka karena teman mereka itu harus ditandu ke luar lapangan.

Cheyrou mendapatkan peluang emas untuk membalas kekalahan mereka, tetapi bola operan Remi yang tepat ke posisi tendangannya, melaju terlalu tepat ke bagian van der Sar sehingga pemain ini dengan tenang mengantisipasinya.

Tim asuhan Ferguson membuat Marseille gigit jari, karena tim dari Inggris itu menambah gol mereka melalui Hernandez pada menit ke-75.

Giggs mendapat bola dari temannya dan dengan kilat mengoperkannya kepada Hernandez dan yang terakhir ini melakukan tugasnya dengan baik.

Ini sebenarnya sudah merupakan akhir permainan dari tim juara Prancis Marseille, tetapi Brown membuka kembali harapan mereka, ketika ia mendapat bola tendangan pojok dari Lucho, tetapi bola dari kakinya masuk ke gawang sendiri pada menit ke-81.[](ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s