Banten Bangkit dari Reruntuhan Kraton Surosowan

SERANG– Reruntuhan dinding dan fondasi kamar-kamar berdenah persegi empat yang jumlahnya puluhan menjadi saksi bisu kejayaan kesultanan Banten. Ya, sisa-sisa bangunan itu dahulunya merupakan keraton kesultanan Banten yang diberinama Surosowan. Keraton ini dibangun sekitar tahun 1522-1526 pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin.

“Keraton ini merupakan pusat kegiatan kerajaan Islam Banten,” singkat Alwi Shahab, pemerhati sejarah kepada para peserta Melancong Bareng Abah Alwi edisi Menelusuri Jalan Daendels, Ahad (20/3).

Surusowan boleh dibilang serupa dengan sebuah benteng Belanda yang kokoh dengan sudut benteng berbentuk intan (bastion) di empat sudut bangunannya. Keraton ini memiliki tiga gerbang masuk yang masing-masing berada di Utara, Timur, dan Selatan. Pada bagian tengah terdapat kolam berisi air berwarna hijau. “Sayangnya, gambaran megah keraton ini hanya tinggal kenangan,” kata Abah Alwi, sapaan akrabnya.

Abah mengatakan disahkannya Banten menjadi Provinsi memungkinkan Banten menghidupkan kembali kemegahan keraton Surosowan. Minimal, menurut Abah, pemerintah provinsi Banten perlu membangun kembali replika Keraton guna menjadikan Banten lama sebagai pusat kebudayaan Banten. “Dengan begitu, warga Banten dapat kembali mengenal sejarah mereka,” pungkas abah.agung[](as/rep)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s