Pasukan Koalisi Negara Barat Ternyata adalah Tentara Dajjal

Ledakan bom dan tembakan rudal masih terjadi di Tripoli, ibu kota Libya, Senin malam hingga Selasa (22/3) dini hari. Serangan laut dan udara menyasar pangkalan angkatan laut dan kampung nelayan di tepi kota. Diduga kuat semakin banyak warga sipil menjadi korban serangan.

Serangan hari ketiga ini ditandai jatuhnya jet tempur F-15 Strike Eagle milik Amerika Serikat. Dua awaknya melompat keluar memakai kursi lontar sebelum pesawat jatuh. Seorang selamat dan satu lagi belum ditemukan. ”Seorang awak ditemukan selamat dan rekannya masih dicari,” kata juru bicara Komando Afrika (Africom) AS, Karin Burzynski, di markas Africom di Stuttgart, Jerman.

Koalisi Barat terus menyerang Tripoli pada Senin malam hingga Selasa dini hari. Target serangan ialah basis-basis Khadafy. Media asing, mengutip pejabat Libya, mengatakan, serangan koalisi pada hari ketiga rangkaian Operasi Fajar Odyssey menyasar pangkalan angkatan laut dan desa nelayan di tepi Tripoli.

Tidak ada laporan rinci seperti apa dampak serangan itu. Televisi Pemerintah Libya memberitakan, beberapa bangunan penting menjadi target koalisi Barat yang dipimpin AS, Perancis, dan Inggris. Al-Jazeera merilis, instalasi radar di dua basis pertahanan udara Libya terkena serangan.

Sebelumnya, pada Minggu malam, koalisi Barat menyerang Bab al-Aziziya, pusat komando militer dan kediaman Khadafy. Gedung tiga lantai di dalam kompleks itu roboh dihantam sebuah rudal. Deretan tank dan kendaraan lapis baja pun hangus dan hancur dibombardir jet tempur. Belum diketahui di mana Khadafy saat itu.

Sama seperti yang terjadi di Bab al-Aziziya, serangan pada malam ketiga itu menimbulkan kepanikan dan ketakutan luar biasa di kalangan warga sipil. Ada yang menjerit dan mengumpat sambil berlarian di tengah malam. Di langit bertaburan peluru bernyala terang.

Massa koalisi justru bersorak girang dan mencemooh Khadafy kalah setelah kekuatannya dihancurkan koalisi. Sebagian kembali ke Benghazi untuk menyusun kekuatan baru melawan Khadafy yang terdesak koalisi. Massa pro-Khadafy pun tidak ketinggalan dengan berpawai keliling Tripoli sambil bersorak dan membunyikan klakson mobil.

Pasukan koalisi Perancis, Inggris, dan AS berkali-kali menegaskan, tujuan serangan bukan untuk membunuh Khadafy meski serangan telah meluluhlantakkan pusat pertahanannya di Bab al-Aziziya. Koalisi ingin melumpuhkan armada Khadafy yang telah menewaskan lebih dari 2.000 warga sipil saat memerangi kelompok oposisi.

Jenderal Carter Ham, komandan pasukan AS dalam Operasi Fajar Odyssey, mengatakan, serangan bom dan senjata berat ke Libya dikurangi mulai Selasa. Washington tidak ingin terjebak lagi ke medan perang baru yang panjang, seperti yang terjadi di Irak dan Afganistan.

”Saya kira, kecuali jika terjadi sesuatu yang di luar dugaan dan tidak lazim, kemungkinan kami akan menurunkan frekuensi serangan ke Libya,” kata Ham.

Serangan baru Khadafy

Saat koalisi mengurangi serangan laut dan udara terhadap Libya, pasukan Khadafy justru kembali menyerang pasukan oposisi yang menguasai beberapa kota. Dua di antaranya, Misrata dan Zintan, menjadi sasaran amuk pasukan loyalis Khadafy, Senin malam.

Warga di dua wilayah yang dikuasai oposisi di bagian barat Libya itu mengaku diserang pasukan Khadafy. Diperkirakan pasukan loyalis pemerintahan Khadafy yang telah berkuasa selama 41 tahun dan 6 bulan itu akan terus memaksakan masuk ke wilayah tersebut guna menghindari serangan udara oposisi Barat.(Juf/Kcm/rima)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s