Rencana Revolusi di Indonesia, Media Asing sudah Stand by

Dua media asing, televisi Aljazeera dan Radio Nederland secara terang-terangan menyorot masalah rencana revolusi di Indonesia. Kedua Media tersebut memberitakan dalam hari yang berbeda.

Aljazeera edisi Selasa malam 22 Maret 2011 menurunkan laporan eksklusif tentang ‘purnawirawan jenderal senior’ yang secara rahasia mendukung kelompok Islam garis keras menumbangkan kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Termasuk, merancang penyerangan 1.500 orang di Cikeusik, Pandeglang, Banten yang menewaskan tiga jemaah Ahmadiyah secara tragis. Diduga kuat, kata Al Jazeera, penyerangan ini sistematis.

“Jenderal ini menggunakan grup garis keras untuk menggulingkan Presiden Yudhoyono, karena mereka menganggap SBY terlalu lemah dan terlalu reformis,” demikian laporan koresponden Al Jazeera, Step Vassen dalam rekaman Al Jazeera.

Hari berikutnya, Radio Nederland pada 23 Maret 2011 menyebutkan bahwa kelompok-kelompok jenderal dikabarkan memiliki rencana untuk mengkudeta presiden SBY. Ada kelompok jenderal pendukung FPI, pendukung anti Ahmadiyah dan bahkan ada kelompok jenderal revolusi damai.

Berbagai kelompok itu sebenarnya saling bersaing, namun mereka akan saling bersatu jika menghadapi musuh bersama. Tetapi benarkah presiden SBY akan goyang dengan munculnya kelompok-kelompok itu? Ikuti wawancara Radio Nederland dengan sosiolog, pengamat teror Muhammad Najib Azca.

Ada sekelompok perwira senior yang tidak senang dengan SBY. Mereka berada di luar lingkaran SBY selain mereka tidak mendapat tempat dalam periode kekuasaan SBY. Akibatnya kelompok itu menggeliat dan melakukan aksi-aksi yang dalam skala jangka panjang bisa menggoyang menggoyang kekuasaan SBY. Dari dulu memang militer punya kaki tangan di beberapa kelompok-kelompok garis keras terutama kalangan islam dan kelompok lain.

Najib: “Saya kira itu yang mereka mainkan belakangan ini. Meskipun masih perlu diklarifikasi. Saat ini masih tentatif dan prematur untuk menilai seberapa jauh peranan dari kelompok-kelompok jenderal tua ini. Kelompok ini memang eksis. Mereka aktif dan masih sering menggalang pertemuan, dan mereka mencoba untuk membuat manuver untuk memunculkan celah mendapatkan ruang politik.”

Kendati demikian kelompok-kelompok ini tidak dapat dibedakan dengan jelas. Satu pihak dengan pihak yang lain punya relasi. Yang jelas kelompok itu berbasis angkatan darat dan memiliki latar belakang intelijen. Kelompok ini menurut Najib Azca paling banyak bergerak dan melakukan aktivitas-aktivitas, untuk menggalang gerakan-gerakan di beberapa sektor.

Kendati demikian gerakan kelompok tersebut kemampuannya terbatas, Kelompok ini akan menjadi signifikan ketika ada guncangan luas dari luar terutama menyangkut ekonomi. Saat ekonomi relatif stabil gerakan ini tidak memiliki dampak yang luas.

“Tapi jika krisis minyak menjadi luar biasa maka akan muncul krisis ekonomi yang akan sampai ke Indonesia. Saya kira akan harga-hgara akan naik dan keresahan sosial akan meningkat. Gerakan ini akan menjadi makna yang besar pada saat seperti itu.”

Tapi kalau situasinya masih seperti sekarang, maka kekukatan mereka belum cukup untuk menggoyang kekuasaan secara siginifikan. “Saat ini mereka sedang memanaskan situasi membangun jaringan. Beberapa isu yang muncul belakangan dengan anti Ahmadiyah dan kelompok yang lain merupakan bagian dari upaya-upaya kelompok-kelompok tersebut.

Najib: “Ketika menghadapi musuh bersama mereka bisa bersatu. ketika mereka belum berada dalam posisi yang memegang tampuk kekuasaan mereka bekerjasama. Namun sebetulnya mereka sangat rentan. Di antara mereka tidak solid. Ada banyak faksi dan friksi yang lemah.”[](B2.C)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s