Rakyat Aceh Kutuk Pernyataan Marzuki Alie Terkait Gedung Baru DPR

Pernyataan Ketua DPR, Marzuki Alie kembali menuai kecaman. Kali ini, LSM Anti-korupsi di Aceh mengecam keras pernyataan Marzuki Alie yang menyatakan pembangunan gedung baru DPR senilai Rp1 triliun lebih adalah keinginan rakyat.

Mereka menilai Marzuki hanya menjual nama rakyat untuk memuluskan keinginan segelintir elit politik di parlemen dan mencari keuntungan di balik pembangunan gedung tersebut.

Kordinator Gerakan Anti-korupsi (GeRAK) Aceh, Askalani, mengatakan pernyataan Marzuki sangat melukai hati rakyat Indonesia, karena dia menilai rakyat Indonesia tak pernah menginginkan DPR membangun gedung baru yang bisa memboroskan keuangan negara.

“Kita mengecam pernyataan itu. Sebenarnya apa yang dikatakan Marzuki sangat bertolak belakang dengan realita yang ada. Pembangunan gedung baru DPR bukanlah keinginan rakyat, karena yang dibutuhkan rakyat Indonesia saat ini adalah pangan, sandang, papan,” kata dia kepada okezone di Banda Aceh, Senin (28/3/2011).

Menurut Askalani, DPR dipilih oleh rakyat bukan untuk bersenang-senang di atas penderitaan rakyat, melainkan untuk memperjuangkan keinginan rakyat, yaitu kesejahteraan bagi semua warga negara. Pembangunan gedung tersebut dinilai hanya akan membuat rakyat putus asa, karena merasa sudah sia-sia memilik wakilnya di parlemen.

“Dari sisi kemanusiaan apa yang diperlihatkan DPR dalam hal ini adalah perilaku yang tidak berperikemanusiaan. Mereka sama sekali tidak peka terhadap rakyat yang sudah memilihnya,” sebuat Askalani.

Di tengah masih banyak rakyat Indonesia hidup miski ditambah angka pengangguran terus bertambah, pembangunan gedung itu dinilai sangat tak etis. “Rakyat miskin itu orang-orang lapar. Apakah orang lapar akan kenyang hanya dengan dibangun gedung mewah untuk DPR?,” tukas Askalani.

“Seharusnya hal-hal seperti ini yang diperjuangkan DPR, apalagi sekarang banyak Pemerintah Daerah tidak mampu mengatasi kemiskinan di daerahnya, katakanlah seperti Aceh. Seharusnya Pemerintah Pusat atau DPR lebih memberikan respons terhadap masalah ini,” tegasnya.

Askalani mengatakan, pihaknya tetap menolak keras rencana pembangunan gedung baru DPR RI yang akan menguras anggaran Negara mencapai Rp1,2 triliun atau satu ruangan di dalam gedung itu biayanya mencapai Rp800 juta. Apalagi Gedung DPR yang ada saat ini masih sangat layak pakai.

Menurut dia uang sebanyak itu sangat berharga bagi masyarakat, meski bagi segelintir anggota Dewan uang senilai itu masih sedikit.

Kata Askalani anggaran sebanyak itu sangat bermanfaat jika dialokasikan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis, pendidikan gratis, menekan angka pengangguran serta membangun fasilitas-fasilitas penunjang perekonomian masyarakat.

“Memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan gratis, menekan angka pengangguran dan membangun fasilitas publik sebanarnya adalah kewajiban negara kepada rakyatnya, jadi negara jangan melupakan kewajiban seperti ini. Jangan hanya elit politik saja yang disejahterakan,” kata dia.(OZ/IAN/rima)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s