Gugusan Gua Ditemukan di Pulau Bayur jambi

Jambi: Sejumlah warga Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pemenang Selatan, Kabupaten Merangin melapor kepada camat mereka bahwa pihaknya telah lama menemukan gugusan gua di sekitar desanya yang diduga bekas benteng pertahanan peninggalan pejuang kemerdekaan di masa lalu.

“Warga memang melaporkan telah lama menemukan gugusan gua serupa benteng yang berada di bagian tebing sebuah bukit di Desa Pulau Bayur, dan pihak kecamatan sudah mencatat hal itu sebagai salah satu destinasi pariwisata di daerah kita,” kata Camat Pemenang Selatan Nurdin, saat dihubungi di Bangko, Rabu (30/3).

Dijelaskannya, menurut warga keberadaan gua tersebut sudah cukup lama diketahui bahkan semenjak mereka pertama kali menempati daerah tersebut sebagai warga transmigrasi dari Jawa sekitar awal 90-an.

“Namun selama itu tidak pernah terpikir oleh mereka untuk melaporkan keberadaan gua yang ternyata sangat unik tersebut ke pemkab setempat, dan baru saat saya jadi camat setahun lalu mereka datang melaporkannya ke saya,” ujar Nurdin.

Menurut camat, dirinya sudah meninjau langsung keberadaan gua serupa benteng tersebut, bahkan sekarang keadaan mulut gua sudah selalu dibersihkan warga sehingga panoramanya terlihat semakin indah, sangat pas dikembangkan jadi objek pariwisata.

Dikatakannya, secara fisik gua tersebut belum diketahui kedalamannya, karena dirinya hanya berani masuk ke dalam lorong gua sejauh 15 meter karena gelap dan lembabnya ruang dalam gua tersebut.

“Guanya seperti benteng pertahanan karena lorongnya terlihat rapi seakan akibat dari galian manusia, berbeda dari tampilan lorong gua alam pada umumnya, ada juga ruang-ruang di sisi tertentu. Karena itu gua itu oleh maysarakat dinamakan Gua Benteng,” sebutnya.

“Kami akan melaporkan keberadaannya kepada Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten dan Provinsi, agar dapat dilakukan penelitian. Kalau memang gua itu ternyata benteng peninggalan, siapa pejuang yang dulu menempati atau menggunakannya, apakah dari masa revolusi kemerdekaan, dari masa kerajaan, atau dari zaman purba,” katanya.

Menurut dia, kalau hanya gua biasa, bagaimana prediksi awal terbentuknya dulu, apa karena bencana alam, lalu apa saja rahasia yang alam yang terkandung di dalamnya. Semua itu hanya bisa dijawab oleh para ahli melalui riset yang inensif.

Mulut gua tersebut berukuran sekitar 50 meter berpenampilan seperti gerbang benteng. Sementara kedalamannya belum diketahui hingga kini, karena belum ada orang yang pernah menyusuri sampai penghujung lorong.

Terlepas dari keberadaan gua tersebut, panorama alam di sekitarnya memang terbilang indah dengan keberadaan hutan dan perkebunan di sekitarnya. Di hadapan mulut gua juga terdapat dataran yang sangat luas. Di dekatnya ada juga mata air yang kalau diolah bisa dijadikan telaga buatan.

“Melihat itu, ke depannya kami merencanakan gua tersebut menjadi objek wisata, di mana kondisi alamnya sangat mendukung rencana tersebut,” kata Nurdin menjelaskan.(Ant/RIZ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s