Rezim SBY-Boed Ngawur, Berpenghasilan $2/Hari, Kok Dimasukkan dalam Golongan Kelas Menengah

Untuk mengklaim suksesi keberhasilan, pemerintah kembali melakukan akrobat statistic yang terdengar begitu manis, tapi pahit pada kenyataannya. Pemerintah mengklaim telah terjadi peningkatan golongan kelas menengah menjadi 50 juta orang. Padahal barometer yang digunakan untuk mengklasifikasikan golongan kelas menengah adalah mereka yang berpenghasilan $2/hari.

“Ini sangat jelas politik pencitraan pemerintah. Penghasilan $2/hari dalam ukuran PBB adalah untuk orang miskin, bukan golongan kelas menengah,” ungkap aktivis 77-78, M. Abdulrachim kepada RIMANEWS, (1/4/2011).

Menurutnya, ini adalah tipuan ala neolib yang selama ini digunakan pemerintah. Bayangkan saja, jika sebuah keluarga dengan 2 orang anak, di mana penghasilan suami & istri sebesar $ 4/hari, maka dalam sebulan (dengan asumsi 30 hari) total penghasilannya adalah $ 120/bulan, atau sekitar Rp 1.080.000. penghasiln dengan jumlah tersebut tentu saja di bawa Upah Minimum Regional (UMR) yang sekitar Rp.1.200.000/bulan. Lalu pantaskah dengan upah sebesar itu dimasukkan dalam golongan kelas menengah.

“Coba bandingkan dengan perkembangan kelas menengah Cina yang sangat pesat antara 1995 – 2007 dengan segala barometernya. Klaim pemerintah kita tentu sangat ngwur dan tidak dapat diterima akal sehat. Apalagi dengan lonjakan berbagai harga barang dan kebutuhan pokok, penghasilan sebesar itu tentu hanya pas-pasan untuk makan,” tandasnya.(achya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s