Revolusi Sering Terjadi Bukan Karena Rakyat Lapar, Namun Revolusi Terjadi disaat Pembangunan Sedang Pesat

Jogja Post: “Revolusi sering terjadi bukan disaat rakyat sedang kelaparan,namun revolusi sering terjadi disaat pembangunan sedang pesat-pesatnya,persoalanya bukan masalah lapar atau kenyang,namun persoalannya terjadi penindasan,pembodohan dan exploitasi disana-sini,dipusat dan dipelosok-pelosok negeri” demikian point penting yang disampaikan Aktivis Pusham UII Eko Prasetyo dalam diskusi tadi malam dengan tajuk “Revolusi indonesia jilid 2” bertempat di Stovia Kafe jln Langenastran alun-alun kidul yogyakarta.

Revolusi yang terjadi di timur tengah bukanlah inspirasi untuk revolusi di indonesia, namun kejadian ditimur tengah adalah sebuah pesan untuk rakyat indonesia bahwa kekuasaan suatu rezim bisa tumbang bukan oleh datangnya pemilihan umum.

Mengutip pesan Sayid Qutub,Eko prasetyo menambahkan bahwa Agama islam telah menjadi fosil mati dimana tafsiran tentang islam tidak progresif dan revolusioner,cahaya islam tidak seterang dan se cemerlang seperti pada awal kedatangannya yang dibawa oleh nabi Muhammad saw,padahal ajaran Muhamad tentang islam adalah cahaya harapan terhadap pembebasan umat manusia dari belenggu kegelapan dunia dan penjara kebodohan peradaban.

hadir juga sebagai pembicara pakar timur tengah Dr Sidik Jatmika dan direktur Kreasi Wacana Ashad Kusumajaya.
Dr Sidik Jatmika mengatakan bahwa Revolusi yang terjadi di timur tengah adalah bagian dari konspirasi Amerika yang ingin menyingkirkan pemimpin-pemimpin ditimur tengah yang tidak lagi loyal kepada kepentingan Amerika, “Amerika menjadi penghambat demokrasi” demikian ucap Dr Sidik Jatmika

eko prasetyo mengatakan bahwa Amerika sendiri sebenarnya tidak mampu menguasai dunia ini sepenuhnya.

Ashad Kusumajaya menganalisis tentang revolusi dengan metode kontemplatif “revolusi sebaiknya harus lebih romantis, mahasiswa harus mampu merevolusi dirinya sendiri sebelum melakukan revolusi terhadap kondisi negara yang sudah sangat absurd dan carut -marut” demikian ucapnya.

Revolusi yang digerakan oleh Pangeran Diponegoro di yogyakarta saat itu memang bukan karena rakyat sedang kelaparan,namun justru pembangunan sedang pesat-pesatnya berlangsung.Pecah perang saat itu diseluruh seluruh Jawa yang membuat VOC mengalami kebangkrutan yang cukup parah.[](wahab el khan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s