Para Investor waspadai Saham Perbankan

Hingga saat ini Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi masih bercokol di area positif awal pekan ini, Senin 11 April 2011. Sejumlah saham disinyalir tetap menjadi incaran pemodal asing maupun lokal.

Purwoko Sartono, Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk berpendapat, aliran dana asing diperkirakan masih masuk ke pasar finansial Indonesia pada perdagangan hari ini.

Hal itu, menurut dia, terpicu rendahnya ekspektasi tingkat inflasi hingga bulan depan, optimisme pertumbuhan ekonomi kuartal I-2011 yang di atas enam persen, serta kenaikan peringkat utang Indonesia. “Tentunya, IHSG pada awal pekan kembali dibuka positif dan sejumlah saham bakal ramai ditransaksikan,” ujarnya.

Namun, Purwoko hanya merekomendasikan sejumlah saham, di antaranya sektor komoditas, saham papan atas, dan industri perbankan seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), serta PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).

Saham komoditas direkomendasikan, menurut dia, terkait krisis politik di Timur Tengah yang menyebabkan harga komoditas cenderung fluktuatif. Sementara itu, saham berkode perdagangan GGRM masih akan menjadi incaran pemodal seiring aksi investor asing yang selalu memburu saham-saham unggulan berfundamental menjanjikan.

“Sedangkan BJBR, terkait suku bunga acuan perbankan (BI Rate) yang diprediksi tetap karena inflasi rendah,” kata Purwoko.

Namun, Gifar Indra Sakti, analis PT Sucorinvest Central Gani mengatakan, sebaiknya pemodal berhati-hati dalam mengakumulasi saham pada awal pekan ini. Sebab, walau IHSG masih berpotensi menguat, tapi akan diikuti aksi ambil untung investor.

Bahkan, dia menyarankan, sebaiknya pelaku pasar menjauhi dulu saham-saham sektor keuangan, terutama perbankan yang sudah menguat banyak beberapa hari terakhir dipicu ekspektasi bertahannya BI Rate.

Sementara itu, berdasarkan data BEI akhir pekan lalu, Jumat 8 April 2011, IHSG ditutup menguat 11,23 poin atau 0,30 persen ke level 3.741,81.

Penguatan IHSG ditopang peningkatan harga saham di sektor perkebunan, tambang, barang konsumsi, properti, keuangan, perdagangan, dan manufaktur. Sedangkan industri dasar dan sektor infrastruktur terkoreksi.

Saham dengan kode ITMG berada di urutan pertama saham penopang pergerakan positif IHSG, dengan harga saham naik Rp1.150 (2,36 persen) menjadi Rp49.800. Saham tambang tersebut menyisakan sisa penawaran beli mencapai 17.255 lot, dengan transaksi yang terjadi sebanyak 37.779 lot.

Kemudian saham BJBR menduduki posisi kedua saham paling banyak ditransaksikan dengan mencatat frekuensi 4.183 kali. Namun, harga saham stagnan di posisi Rp1.300.

Saham bank tersebut berhasil membukukan transaksi yang terjadi mencapai 231.253 lot dan menyisakan sisa penawaran beli sebanyak 112.616 lot.[](vvn)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s