disewakan,Peminat Kereta Kencana di solo Masih Sepi

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta membenarkan, jika kereta kencana yang mulai disewakan untuk masyarakat umum masih sepi. Seperti saat uji coba pertama di kawasan Car Free Day (CFD), Minggu (5/6).

“Iya, memang masih sepi peminatnya. Saya kira wajar, masalahnya kan baru uji coba pertama kalinya untuk masyarakat umum. Mungkin beberapa minggu ke depan akan mulai banyak peminatnya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Purnomo Subagyo saat meninjau empat kereta kencana yang mangkal di depan Sriwedari dan Gladak.

Menurut Purnomo, sepinya peminat bukan karena harga sewa sebesar Rp 100.000 hingga 200.000 per kereta yang terbilang mahal. Karena penetapan harga sewa itu, didasarkan pada operasional yang dikeluarkan.

Mengingat, untuk mengoperasikan kereta itu, pihaknya harus mengeluarkan dana khusus untuk sewa kuda, sais dan tim pramuwisata. “Kalau dibilang mahal tidaklah. Kan satu kereta untuk lima orang, maksimal satu orang itu bayar Rp 50.000,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, namun yang membuat sepi peminat karena dua faktor seperti belum banyak warga yang mengetahui secara pasti bahwa kereta kencana tersebut disewakan untuk masyarakat dan karena tujuan masyarakat datang ke CFD adalah untuk olahraga.

“Makanya kami terjunkan tim di lapangan seperti pramuwisata itu. Tugas mereka untuk menawarkan pada masyarakat umum saat di CFD dan juga menyebarakan brosur.”

Dia menekankan, bahwa tujuan utama pengoperasian kereta untuk umum itu bukan atas dasar mencari keuntungan semata. Namun lebih pada branding Kota Solo, bahwa Solo masih tetap mengunggulkan warisan budaya, seperti kereta kencana ini. “Kami menunjukkan pada kota lain jika Solo itu memang beda dan unik, sehingga Solo terus menjadi jujukan wisatawan,” ujarnya.

Sementara itu, seorang petugas di lapangan, Isworo memaparkan, jika rute keempat kereta dibagi menjadi dua. Rute pertama kereta kencana mulai dari Sriwedari-Ngapeman-Monumen Pres-Kota Barat-Gendengan dan kembali ke Sriwedari. Kemudian rute kedua Gladag-Balai Kota-Pasar Gede-Kampung Baru-Perempatan Ramayana-Slamet Riyadi dan kembeli ke Gladag.[]sm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s