Demonstran Pro-Palestina di Tembak, 20 Orang tewas

DATARAN TINGGI GOLAN – Pasukan Israel memerangi ratusan demonstran pro-Palestina yang mencoba mendekati perbatasan Suriah dengan Dataran Tinggi Golan, Ahad (5/6). Akibat aksi brutal militer Zionis ini, sedikitnya 20 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Bentrokan ini pecah ketika para demonstran memperingati kekalahan Arab dalam perang Timur Tengah 1967. Israel menuding Suriah mendalangi kekerasan itu untuk mengalihkan perhatian dari tindakan keras mereka terhadap protes oposisi di negerinya. Para demonstran, yang dikoordinir melalui Facebook, melintasi pos pemeriksaan Suriah dan PBB kemudian bergerak ke garis depan, mendekati perbatasan Israel.

“Pemerintah Suriah sedang mencoba membuat provokasi,” kata juru bicara Kepala Militer Israel, Brigjen Yoav Mordechai. “Perbatasan ini telah tenang selama beberapa dekade. Namun baru sekarang, dengan semua kerusuhan di Suriah, ada upaya untuk menarik perhatian perbatasan.”

Tidak ada komentar dari pemerintah Suriah tentang mengapa para demonstran diizinkan membanjiri perbatasan, dan tidak dilarang oleh pihak berwenang. Namun media pemerintah Suriah menggambarkan aksi tersebut sebagai pemberontakan spontan pemuda Palestina dari sebuah kamp pengungsi terdekat. Menjelang Ahad malam, televisi pemerintah Suriah mengatakan akan membuka sisi perbatasan, dan ribuan lebih demonstran dalam perjalanan ke tempat tersebut.

Protes dimulai sekitar pukul 11:00 waktu setempat, dilakukan oleh belasan pemuda yang datang menggunakan bus. Menjelang siang jumlah massa kian membesar. Dan sore harinya, massa telah membengkak menjadi lebih dari 1.000 orang. Mereka bernyanyi, berdoa dan meneriakkan slogan-slogan anti-Israel. Sementara di kejauhan, tentara Israel yang didukung lusinan kendaraan lapis baja dan mobil militer bersiaga di sepanjang jalan perbatasan.

Sekelompok kecil pemuda berhasil memotong kumparan kawat berduri penanda perbatasan dan mengambil posisi di parit yang termasuk kawasan zona penyangga, sekitar 20 meter dari pagar perbatasan terakhir. Pasukan Israel melepaskan tembakan secara berkala ke arah pemuda yang melompat ke parit, menciptakan gumpalan-gumpalan tanah yang terbang ke udara.

Melihat aksi massa yang terus berlanjut hingga petang, pasukan Israel mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran. Ratusan orang melarikan diri dari area tersebut dalam keadaan panik, sementara sekitar 20 orang tergeletak di tanah dan menerima pengobatan.

Saat malam tiba, para demonstran tersungkur dalam sujud, pada saat shalat Maghrib. Beberapa kelompok kecil menyalakan api unggun. Nampaknya aksi ini akan terus berlanjut.

Israel berjanji akan merespons secara keras jika aksi ini terus berlanjut, sebagaimana yang mereka lakukan bulan lalu, ketika pasukan Israel menewaskan lebih dari selusin orang dalam bentrokan di sepanjang perbatasan Suriah dan Lebanon.[]ap/rep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s