Kas Partai Demokrat,Nazarudin dan Korupsi

Partai politik harus menunjukkan sikap tegas kepada kadernya yang bermasalah secara hukum, sehingga memberi teladan bagi masyarakat. Hal itu disampaikan pengamat politik dari Fisip Universitas Indonesia Boni Hargens.

“Dulu pada zaman Yunani kuno, kegiatan politik terbatas untuk orang-orang cerdas dan bermoral. Makanya politik tidak punya definisi lain selain segala hal yang berkaitan dengan kepentingan umum,” kata Boni, dari Berlin, Jerman, Selasa (7/6).

Dalam perkembangannya, kata Boni, politik melibatkan intrik, permainan kasar, manipulasi, pembunuhan karakter, korupsi, dan sebagainya. Instrumen kotor dipakai untuk mendapatkan kekuasaan. “Asal berkuasa, tak peduli bagaimana kualitas,” katanya, menegaskan.

Dia mengemukakan, selama 32 tahun Orde Baru dicerca habis-habisan karena tidak membiarkan masyarakat berpolitik secara natural dan demokratis. “Makanya besar peluang agen politik baru sesudah 1998 seperti Partai Demokrat, PKS dan sebagainya itu untuk mendapatkan dukungan publik,” ucap Boni yang sedang menyelesaikan studi di Berlin.

Mestinya, menurut dia, konsolidasi demokrasi di Indonesia ada di tangan agen-agen politik baru seperti itu. “Tapi apa yang terjadi dengan partai baru yang cukup populer macam ini? Praktik yang mereka tuduhkan pada aktor lama seperti PDIP dan Golkar, diulang lagi,” ujarnya. Boni menyatakan paradoks macam ini mempersulit penguatan demokratisasi di Indonesia.

Dalam konteks Nazaruddin sekarang, kata dia, mestinya Demokrat sebagai partai yang antikorupsi mengambil langkah tegas, tanpa basa-basi. Dinonaktifkan dari parlemen dan partai, misalnya.

“Tapi, apa benar Nazarudin sendirian? Bukankah Nazaruddin bekerja untuk kas partai? Bagaimana ini bisa dijelaskan dalam konteks proses hukum Nazarudin nanti?,” tanyanya.

Kalau Demokrat ingin menjadi agen dalam mendorong modernisasi demokrasi politik di Indonesia maka perlu pembenahan mulai dari dalam. Kader yang tidak bermutu dan suka membuat blunder serta kerjanya merusak wacana publik dengan pernyataan yang ngawur dan tidak cerdas harus ditinggalkan.

“Bersihkan partai dari orang-orang yang malas berpikir, namun sering berkelit,” tegasnya.

Dengan demikian, lanjut dia, Demokrat memberi teladan bagi partai lain dan masyarakat politik serta PD sendiri akan menguasai pemilih urban yang tingkat pendidikannya relatif bagus.(ian/ant)rima

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s