Temui Wapres Boediono, Din Syamsuddin Berselingkuh Dengan Penguasa?

Pertemuan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dengan Wapres Boediono di Kantor PP Muhammadiyah pada Jumat (29/07/11) telah mengundang tanda tanya sejumlah pihak, apakah Din yang selama ini kritis terhadap pemerintah telah berselingkuh dengan rezim berkuasa?

Peneliti Lembaga Studi Islam dan Kebudayaan (LSIK), Umar Hamdani, menyayangkan sikap Din ini, yang berpotensi memunculkan kecurigaan di kalangan publik. Pertemuan Din dengan Boediono, menurut Umar, hanya akan menimbulkan persepsi negative di publik, seolah-olah Din telah mengkhianati perjuangan para tokoh lintas agama yang selama ini mengkritisi kinerja pemerintah yang dinilai penuh kebohongan.

“Din seharusnya tegas dalam bersikap. Saya khawatir Din dianggap oportunis oleh masyaralat .Mau kritis terhadap rezim atau mau bersahabat dan berselingkuh?,” tanya Umar. Kritik untuk Din itu masuk akal karena Din selama ini kritis atas rezim sekarang.

Seperti diketahui, Din Syamsuddin melakukan pembicaraan tertutup dengan Boediono di PP Muhammadiyah sampai pukul 14.30.

“Sejak penutupan muktamar Muhammadiyah di Jogjakarta, saya memang ingin mengunjungi Kantor Pusat Muhammadiyah. Ini baru terlaksana,” kata Boediono kepada wartawan di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, kemarin (29/7).

Keinginan itu, lanjut Boediono, semakin besar menjelang masuk bulan Ramadan. “Saya kira sangat baik kita bersilatuhami,” ujarnya.

Mengenai substansi pembicaraan dengan Din Syamsuddin yang dikenal kritis terhadap pemerintah, Boediono agak enggan untuk menyampaikannya secara terbuka.

“Intinya kami bertukar pikiran dan memperlancar komunikasi antara Muhammadiyah dan pemerintah,” ujar Boediono yang juga mengenakan pakaian muslim putih lengan panjang dengan peci hitam, itu.

Din Syamsuddin sendiri menegaskan bahwa hubungan Muhammdiyah dengan pemerintah bersifat partisipatif, loyal, dan kritis. “Muhammadiyah berpartisipasi aktif membangun bangsa dan negara, loyal pada pemerintahan yang sah, tapi juga kritis,” tegasnya.

Menurut dia, Muhammadiyah selama ini sudah berbuat banyak bagi bangsa dan negara. Mulai memberikan pelayanan pendidikan, kesehatan , sosial, sampai pemberdayaan ekonomi. “Jadi, dakwah pembangunan secara keseluruhan,” kata Din.

Ke depan, imbuh dia, Muhammadiyah berharap pemerintahan SBY-Boediono bisa lebih meningkatkan kinerjanya dalam mengemban amanat rakyat.

“Alhamdulillah harapan ini disambut baik. Bapak Wepres menyatakan tidak ada masalah antara hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah. Dan, siap untuk meningkatkan hubungan itu menjadi kemitraan secara sejati,” tegas Din.

Kepada wartawan, Din sekaligus membantah Muhammadiyah ikut satu barisan dengan gerakan 12 ormas Islam, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) yang menggaransi SBY sampai 2014.

“Saya perlu tegaskan dan jelaskan, bahwa Muhammddiyah tidak ikut dalam barisan yang mengatasnamakan 12 ormas itu. Apalagi, memberikan dukungan kepada Presiden SBY,” kata Din.

Dalam pertemuan 25 Juli yang juga dihadiri Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, mereka menyatakan penolakannya terhadap segala upaya pemakzulan terhadap Presiden SBY.

Din mengaku, ketika itu, dirinya tengah berada di Makkah. Dia juga menegaskan tidak terikat dengan sikap dari rombongan yang mengatasnamakan 12 ormas Islam itu.

“Saya menghadiri Konferensi Liga Islam Sedunia, lalu umrah, sehingga tidak tahu menahu,” kata Din. Dia membenarkan memang ada anggota Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah dalam rombongan 12 ormas itu. Tapi, kader Muhammadiyah ini awalnya memahami bahwa pertemuan dengan SBY itu atas nama lembaga persahabatan Indonesia-Libya.

“Rupanya pertemuan itu dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Makanya, Muhammadiyah tidak ikut,” protesnya.
Menurut Din, persoalan ini memang tidak disampaikannya secara eksplisit kepada Wapres. “Saya hanya menyatakan Muhammadiyah akan tetap kritis bila ada kinerja dan kebijakan pemerintah yang salah atau keliru,” kata Din.
Salah satu persoalan penting yang layak disorot, lanjut Din, terkait agenda pemberantasan korupsi yang semakin merajalela dan menggurita.

“Jadi, sikap kami terhadap pemerintah ya proporsional seperti itu,” tegasnya. Bagaimana respon Boediono – “Bapak Wapres sudah memahami dan memaklumi sikap Muhammadiyah selama ini,” kata Din.[ach/]rima

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s